h1

Menanti si buah hati

November 14, 2011

Kehamilan merupakan hal yang sangat diharapkan pada pasangan yang baru menikah. Setelah 3 bulan menikmati masa indahnya pernikahan, 27 Maret 2010 adalah hari menz terakhir yang saya dapatkan, sebelum test pack kehamilan menunjukan 2 garis yang menandakan positif. Thx God, finally i’m pregnant. Kami pun melakukan kontrol kehamilan dan kami memilih dokter Prof. Kornea Karkata, SpOG(k) sebagai dokter kandungan kami.

Awal kami melakukan kontrol, sesuai hasil USG dokter memberikan tanggapan bahwa ukuran kantong kehamilan janin saya lebih kecil drpd normal. Dokter menyampaikan jika janin ini bisa bertahan, maka ia akan terus berkembang, namun jika ia tidak bisa bertahan maka ia akan terseleksi oleh alam, “adik kan masih muda jadi bisa mencoba lagi”, kata2 itu membuat saya sangat shock, ditengah tengah kebahagiaan saya sedang mengandung.

Di usia 2 bulan, saya mengalami flek yang membuat saya takut akan keslamatan janin saya. Kami pun bergegas kontrol dan syukurnya dokter menyatakan janin saya dalam keadaan sehat n perkembangannya bagus. Masa2 ngidam pun saya alami cukup berat. Hampir setiap hari muntah dan ga tau harus makan apa, karena setiap makan seringkali saya muntahkan lagi dan suami pun ga mau kalah ikutan ngidam n muntah2 juga :D

Di usia kandungan 3 bulan, saya harus menjalani prajabatan selama hampir satu bulan, syukurnya tidak ada kendala selama itu. Namun di usia 5 bulan, saya kembali mengalami flek dan dinyatakan plasenta previa (plasenta terletak di bawah janin) oleh dokter. Hal tersebut menyebabkan rawan terjadinya pendarahan atau kelahiran prematur.

Di usia 7 bulan syukurnya plasenta sudah naik dan posisinya tidak lagi berada dibawah janin. Namun di usia kehamilan 7,5 bulan (34 minggu) saya mengalami kontraksi, karena ini merupakan mengalaman pertama kali, saya belum menyadari bahwa apa yang saya rasakan adalah kontraksi. Hari senin pagi saya merasakan rasa yang tidak nyaman, baru di sore harinya saya kontrol ke dokter dan dinyatakan ini adalah kontraksi.

Akhirnya saya pun diopname, diharapkan janin dapat dipertahankan agar jangan lahir prematur. Pada malam harinya kontraksi pun perlahan mereda, namun pagi harinya kontraksi yang saya rasakan semakin keras, dan akhirnya saya pun melahirkan pada Selasa, 16 November 2010 jam 7 pagi. Seorang bayi laki-laki mungil dengan berat badan 1,8 kg dan panjang 38 cm, lahir dalam keadaan sehat dan tanpa kekurangan sesuatu apa pun. Kami pun memberikannya nama Daniswara yang berarti Raja yang kaya, terkenal dan bijaksana. Ucapan syukur pun kami panjatkan dan Gayatri Mantram kami senandungkan di telinga mungilnya.

Dokter anak yang menangani Danis, dr. Epi Paramarta, SpA menyatakan kondisi Danis sehat dan sudah bisa dibawa pulang dalam 3 hari, namun karena kami belum mempersiapkan segala sesuatunya akhirnya Danis kami titipkan selama seminggu di inkubator. Perlahan berat badannya pun naik dan kini usianya sudah hampir setahun. Semoga Danis tumbuh menjadi anak yang sehat, selalu dilindungi Hyang Widhi dan menjadi anak yang suputra. Dan kami pun bisa menjadi orang tua yang baik dan bijaksana untuk Danis, we love u son… Kami berharap kehamilan selanjutnya dapat berjalan lancar.

Upacara 7 bulanan (otonan) Daniswara

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.