
Apa Kabar Ya Dunia Cinemas Kita?
Mei 6, 2009Akhir-akhir ini stasiun televisi swasta sering banget menayangkan SINETRON yang ga bermutu. Dilihat dari judulnya aja uda ga mutu, apalagi isi ceritanya juga paling seputaran konflik percintaan yang ga disetujuin ortu lah, rebutan warisan, rebutan pasangan, suami yang beristri banyak n masih banyak lagi konflik yang hanya seputaran itu2 aja dan seringkali jalan ceritanya dipaksakan agar terkesan panjang sehingga bisa dibuatkan sequel 1, 2, 3, 4 dst. Sinetron yang ky gini nih, cm mementingkan sisi komersial n ratingnya aja, tanpa pernah memikirkan efek samping negatifnya bagi para penontonnya.
Para artisnya pun sering kali memerankan adegan-adegan yg ga mendidik dan ga sepantasnya dijadikan contoh dalam kehidupan sehari2. Dengan alasan tuntutan sutradara, para artis pun mau2 aja disuruh melakukan peran tersebut walaupun terkadang ga masuk logika bgt, yah maklumlah cari amannya aja, biar besok2 bisa dipake lagi n bisa naikin pamor, ya otomatis deh bayaran pun bisa tambah mahal.
Dikit2 main kekerasan (tampar-tamparan), pemerkosaan, pelajar SMP yang sibuk ngurusin pacaran, siswi yang berpakaian terlalu minim, berkelahi, terkadang melecehkan guru, trik-trik jahat yang dilakuin pemeran antagonis, n banyak lagi adegan lainnya yg ga bgt!!! fiiiuuuhhh… “SAY NO TO SINETRON” sebelum generasi muda kita dicekokin sama adegan-adegan yang ga mendidik.
Dunia Cinemas kita juga sekarang lagi booming2nya, yang dulunya lesu tp semenjak diawali tampilnya film AADC, dunia perfilman kita jadi bangkit lagi. Tapi saking menjamurnya banyak juga film2 yang cm sekedar tampil untuk meramaikan dunia cinemas kita, padahal jalan ceritanya juga ya gitu2 aja.
Ada juga reality show kaya termehek-mehek, acara yang satu ini juga sama ga mendidiknya, nipu abis, suka maksa jalan ceritanya. Pa lagi waktu episode di Bali banyak banget kejanggalan2 yang ngebuktiin klo acara itu cm skenario semata (kejanggalannya banyak dibahas di forum2).
Masih inget ga sama tayangan Keluarga Cemara, yang menggambarkan sebuah keluarga sederhana dengan ayah yang berprofesi tukang becak trus anak2nya klo pulang sekolah suka jualan gorengan buatan ibunya buat ngebantuin keuangan keluarga. Disitu bener2 ditonjolin banget makna kehidupan bukan semata-mata hanya materi, percintaan dan kekuasaan. Yah dengan kata lain walaupun keluarga mereka sederhana tapi mereka merasa bahagia.
Ada juga beberapa tayangan yang bagus lainnya kaya Golden Ways, Renungan Gede Prama, Reality Show yang membuka mata hati kita bahwa banyak juga sodara2 kita yang belum seberuntung kita, Discovery Chanel, tayangan yang menambah ilmu pengetahuan, dll.
Suka ga suka, sinetron juga telah memiliki peranan dalam membentuk karakter generasi muda. Mengapa sinetron laris di masyarakat, mungkin karena kebanyakan masyarakat kita masih haus akan hiburan, masih sedikit yang haus akan pengetahuan dan informasi. Jadi buat orang tua rajin2 lah mendampingi anaknya pada saat menonton tayangan2 di televisi agar dapat memberikan pengarahan yang positif. (hehe belagu bgt padahal Ayu belon jadi orang tua, pizzz)
Nah mumpung sempet ngomongin Reality Show. RCTI hadir lagi dengan “Masihkah Kau Mencintaiku???”. Menurut saya ini tetep hanya sebuah rekayasa walaupun dengan konsep berbeda dari reality show lainnya…
Memang tahun ini banyak banget bermunculan acara2 dengan konsep yang sama dan terkesan membohongi publik. Ya mudah2an masyarakat kita semakin pintar untuk bisa memilih mana yg terbaik.
Anyway busway… mampir ke blog rama ya. Disitu rama kupas tuntas mengenai acara reality show “Masihkah Kau Mencintaiku???” di RCTI. yang penting komentarnya bu…hehehehe
gerakan moral menuju TV Ramah Keluarga
Entah sudah berapa kali saya mengungkapkan keengganan saya terhadap Hysteria Sinetron juga Reality Show di layar televisi kita… sampe bosen ngomongnya.
Heran aja, kok ya pada seneng gitu loh, dengan Sinetron yang membodohi pola pikir masyarakat, atw jangan-jangan si Sutradara maupun Pembuat Sinetron itu akal sehatnya udah gak jalan kali ya ?
Terakhir yang bikin saya mangkel itu Cinta Fitri’ yang sampe Season 3 kalo ndak salah. Ugh, gayanya udah kayak luar negri aja deh.
Melati untuk Marvel ? halah…. aneh-aneh banget.
Termehek-mehek ? saya kadang enegh juga nonton episode Bali itu. Terlalu dibuat-buat. Tapi teteeeep aja disukai dan dipercaya kaum Ibu rumah tangga. terutama di lingkungan saya. ck ck ck….
All basic info included here.Thanks for sharing it…..